February 01, 2011



Dalam sebuah acara reuni... 

Saling berjabat tangan, berpelukan, saling melepas rindu, kangen, haru, bahagia. Mereka saling bercerita tentang masa2 sekolah, cerita kenakalannya, prestasinya, kelucuannya dan masih banyak lagi yg membuat mereka merasa bangga.  Ada sendau gurau disana.  Ketika mereka mulai  membicarakan kesuksesan masing2, satu orang diantara mereka  mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yg berbeda-beda. Mulai dari cangkir yg terbuat dr kristal, kaca, melamin dan plastik. Orang tsb menyuruh teman2nya untk mengambil cangkir & mengisinya dgn kopi.


Setelah masing2 dari mereka sdh mengisi cangkirnya dgn kopi, orang tsb berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian smua memilih cangkir2 yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir2 yg murah dan tdk menarik. Memilih hal yg terbaik adalah wajar & manusiawi. Namun persoalannya,ketika kalian tdk mendptkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain & mulai membandingkan cangkir kalian. Pikiran kalian terfokus pd cangkir, padahal yg kalian nikmati bknlah cangkirnya melainkan kopinya."

Hidup kita seperti kopi dlm analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adlh pekerjaan, jabatan, dan harta benda yg kita miliki. Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting. Jgn berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, karier yg bagus & pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yg sangat keliru.

...Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yg ada di dalam"  bukan "Apa yg kelihatan dari luar"...

Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tdk pernah merasakn damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal.

..."Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya"...


No comments:

Post a Comment