January 25, 2011

...Menjadi Ibu Tiri Yang Baik...





Dongeng tentang ibu tiri yang kejam mungkin telah meninggalkan kesan yang begitu kuat dalam diri anak-anak, sehingga mulai timbul sebuah opini yang tidak adil, yaitu bahwa ibu tiri identik dengan penyiksaan dan kekejaman.


Namun, jika Anda baru saja (atau berencana menikah) dengan seorang duda beranak, maka Anda bisa mematahkan opini tersebut dengan membuktikan bahwa ada ibu tiri yang baik dalam dunia ini. Menaklukkan kecanggungan antara ibu dan anak-anak tiri merupakan salah satu tantangan besar yang mungkin dihadapi oleh seorang wanita. 


Meski mungkin anak-anak tiri tersebut tidak tinggal bersama dengan Anda dan suami, namun bagaimanapun juga keberadaan mereka tetap tak terpisahkan dari kehidupan suami, dan juga Anda tentunya. 
Ya, menjadi istri dari seorang duda, sekaligus menjadi ibu tiri dari anak kandungnya adalah dua hal nyata yang akan diterima, siapapun Anda yang berada pada posisi ini sekarang. Dan sebelum Anda mengetahui saran bijaknya, terlebih dulu ketahui betul peran Anda sebagai ‘ibu baru’ dari anaknya.




Ketahui posisi Anda
Anda memang bukan ibu kandungnya, seberapapun Anda berusaha keras untuk mendekatkan diri pada mereka. Ibu kandung tentu akan selalu mendapatkan tempat spesial dihatinya, seperti halnya cinta sang ayah. Namun kenyataannya sekarang, Anda adalah istri dari ayah kandungnya. Dan bijaknya, mulailah secara pelan tapi pasti Anda menanamkan dalam benak mereka, bahwa mereka adalah anak Anda juga, yang menjadi bagian dari hidup dan prioritas Anda.
Sikap take and give
Menikah dengan duda yang memiliki anak, itu berarti Anda harus bisa menerima mereka dalam satu paket. Sikap take and give sangat dibutuhkan agar Anda jauh lebih ikhlas dan nyaman menyandang status tersebut dan menjalani hidup berumah tangga dengan sang duda.
Bijaknya, jika pendekatan kepada anak-anaknya, dilakukan bersamaan saat Anda masih berpacaran dengan ayahnya. Setidaknya Anda bisa mengenali karakter buah hatinya, mengenal dekat dunianya dan menjadi teman yang baik, bukan sebagai musuh baginya. Pendekatan ini adalah sarana belajar untuk saling menerima keberadaan masing-masing. Pun memudahkan Anda saat berinteraksi dengannya kelak.
Memahami dan toleransi
Pahamilah, bahwa sebuah perceraian masih menyisakan luka dan trauma mendalam di jiwanya sehingga menimbulkan sikap agresif atau penolakan mereka terhadap “ibu baru”. Bersabar adalah saran bijak, dan jangan jadikan sikap-sikap negatif yang mereka tunjukkan sebagai alasan Anda untuk membenci atau sakit hati pada mereka.
Coba lihat dari kaca mata dan sudut pandang mereka, karena mungkin saja beberapa kejadian buruk seperti pertengkaran hingga timbulnya perpisahan diantara kedua orang tuanya, masih sangat membekas di hati hingga masih begitu sulit bagi mereka untuk menerima kehadiran Anda sebagai “ibu baru”
Ikhlas menyayangi
Mulailah belajar untuk menerima keberadaan mereka diantara Anda dan suami. Ini adalah sebuah awal yang tepat meski mungkin berat dan susah dijalani. Sikap ikhlas Anda sangat dibutuhkan, karena Anda telah bersedia menerima resiko dan konsekuensi menikahi duda dengan anak. Komunikasi dan kedekatan Anda yang intens dengan mereka, juga sebuah pembuktian bahwa Anda telah diterima menjadi “ibu baru” mereka.
Namun perlu digarisbawahi, jangan pernah memaksakan diri untuk menggantikan posisi ibunya. Sayangi saja mereka sepenuhnya, dan biarkan kasih sayang itu mengalir sebagaimana mestinya. Yang terpenting Anda mengetahui dengan jelas batasan-batasannya.
Jadi teman terbaik
Awalnya, mereka akan merasa asing dengan keberadaan Anda di tengah-tengah mereka, namun jangan dulu bereaksi atas sikap ini. Sebuah pendekatan yang terarah dengan komunikasi dua arah yang intensif sangat bagus dilakukan. Siapkan diri Anda selayaknya teman terbaik, yang bersedia mendengar segala cerita dan keluh kesahnya. Dan inilah saatnya Anda melenyapkan segala rasa caanggung dan takutnya, dan menjadi teman terbaik mereka.
Menjadi teman baginya, akan terasa lebih nyaman bagi Anda, karena toh Anda tidak mungkin bisa menggantikan peran ibunya di hati mereka. Saat mereka bersikap tidak baik, dan tidak sopan, tak perlu dengan kekerasan. Berikan nasihat dan teguran yang sepantasnya. Jika memang sudah melewati batas, diskusikan segera dengan suami dan bersama-sama mencari jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak.
Bersikap adil
Pada saatnya nanti, Anda akan memiliki momongan sendiri, yang berarti anggota keluarga akan bertambah. Hal ini berarti anak-anak Anda akan memiliki saudara tiri. Dibeberapa kasus, sadar atau tidak, faktor ketidakadilan muncul saat Anda membagi perhatian dan kasih sayang kepada anak, baik anak kandung maupun anak tiri.
Agar tidak menimbulkan kecemburuan dan konflik persaingan berebut perhatian, sebagai ibu tiri yang bijak, bijaknya Anda tetap menjaga perasaan dan perhatian kepada anak tiri. Sebagai anak yang sudah mulai menerima kehadiran Anda sebagai ibu mereka, jangan sampai ketidakadilan yang terlihat itu membuatnya sedih.

 >>Dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment